Service ECU Bagian 1: Diagnosa Kerusakan ECU Mobil
Pada artikel ini kita akan membahas tentang mendiagnosa kerusakan yang berhubungan dengan ECU, mungkin ini salah satu bahasan yang cukup penting dalam perbaikan ECU mobil.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan diagnosa langsung pada mobil untuk mengetahui apakah penyebab gangguan berasal dari malfunction ECU.
Diagnosa Pada Kendaraan
Melakukan diagnosa kerusakan pada kendaraan secara benar merupakan hal yang sangat penting bagi teknisi yang ingin melakukan perbaikan ECU mobil, karena banyak kerusakan mekanikal dan elektrikal yang dapat disalah persepsikan menjadi kerusakan ECU.
Jika teknisi yang pertama mendiagnosa kerusakan dimobil gagal melakukan analisa, maka pemeriksaan secara offboard harus dapat menentukan bahwa kerusakan terjadi di kendaraan, bukan di ECU.
Merupakan hal yang biasa melakukan kesalahan karena mengabaikan kekhususan dari ECU. Harus selalu diingat bahwa ECU mempunyai kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), ECU mempunyai strategi operasi dan emergency yang muncul karena faktor ekstenal dari ECU dan sering membingungkan apakah ini suatu kerusakan atau bukan.
Idealnya teknisi sebaiknya mempunyai ECU pembanding yang dalam kondisi bagus untuk diperiksa pada simulator atau kendaraan untuk memastikan kerusakan.
Saat kerusakan ECU sudah dapat diverifikasi, maka teknisi akan melakukan proses yang kedua, yaitu:
Diagnosa Kerusakan Pada ECU
Langkah pertama adalah melakukan kerusakan ECU secara visual, lakukan pemeriksaan akan tanda-tanda kerusakan yang mencolok seperti: komponen yang terbakar atau jalur PCB yang terkelupas atau putus.Metode dalam pemeriksaan komponen ECU adalah menelusuri dan mengisolasi blok atau bagian yang mengalami kerusakan dengan menggunakan bantuan skema kelistrikan atau wiring diagram electronic fuel injection.
Contoh, Jika terjadi malfungsi pada ECU menyangkut kerusakan fuel injector, maka kita harus menelusuri rangkain fuel injector mulai dari pin ECU yang mengontrol fuel injector hingga sampai kedalam ECU dan menemukan driver output fuel injector.
Mungkin dalam penelusuran tersebut kita akan menemukan kerusakan pada jalur tembaga PCB, titik solder yang retak atau sesuatu yang menggangu sirkuit kelistrikannya.
Jika tidak ada baru analisa output driver dan komponen yang berkaitan dengan sistem tersebut.
Sbagai contoh jika terdapat kerusakan pada sirkuit fuel injector dan mengharuskan melakukan penggantian driver fuel injector, maka lakukan pemeriksaan akhir setelah penggantian driver tersebut sesuai dengan hasil yang diharapkan. Jika masih belum berhasil maka lakukan pemeriksaan ulang pada sirkuit tersebut.
Artikel berikutnya : Pemeriksaan komponen elektronika utama pada ECU mobil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar